Doa sebelum renungan
Allah Bapa kami, sumber cinta dan belas kasih, Engkau telah menyalakan api di dunia, yaitu Yesus, api cinta kasih-Mu. Kami mohon, semoga cinta dan belas kasih-Nya melepaskan kami dari segala dosa. utuslah Roh-Mu dan tinggal di dalam hatiku. Dengan demikian, aku dapat menempuh hidup ini dalam bimbingan dan penyertaan Roh Kudus dan oleh-Nya dibawa kepada kekudusan dalam Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan, dan Juruselamatku, kini dan sepanjang masa. Amin.
Renungan hari ini
Bahan : Lukas 12:49-53
Para Sahabatku yang terkasih..
"Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan”. Iman memang menuntut pilihan tegas, mengikuti Yesus secara penuh atau tidak sama sekali. Tidak jarang iman tidak bertumbuh karena langkah kita diberatkan oleh urusan-urusan duniawi. Secara tegas Yesus menyatakan bahwa seandainya pun keluarga menentang atau memberatkan, orang beriman harus teguh memilih mengikuti Tuhan.
Para Sahabatku yang terkasih..
Mengikuti Yesus tidak berarti menyingkirkan keluarga. Justru mengikuti Kristus merupakan jalan untuk menyempurnakan keluarga karena semakin kita mengikuti Kristus, semakin kita dipenuhi kasih-Nya. Namun, tidak jarang terjadi konflik normatif, antara kasih dan tradisi atau kebiasaan yang berlaku di dalam keluarga atau suku. Misalnya, doa-doa yang bersifat magis atau tradisi yang diskrimnatif. Kita diminta untuk berani memperjuangkan nilai iman Kristiani dalam situasi-situasi tersebut.
Ayat ini sekilas membingungkan. Kenapa Yesus tidak membawa damai tapi pertentangan? Bukankah dalam perjamuan terakhir Ia mengatakan bahwa damai Kutinggalkan bagimu dan damaiKu Kuberiksn kepadamu? Dan bukankah Ia juga mengatakan supaya yang berbeban berat dan letih lesu datang kepadaNya karena Ia akan memberikan kelegaan?
Dengan pengajaran ini, Yesus memperingatkan kita bahwa siapa pun yang mengikutiNya haruslah siap, jika perlu, berani menanggung resiko. Dengan menjadi muridNya kita masuk ke dalam komunitas baru yang memiliki cara hidup dan tuntutannya yang baru. Bagi mereka yang merasa terancam dengan cara hidup yang baru ini tentu akan memberikan perlawanan termasuk dari keluarganya sendiri.
Lalu haruskah memusuhi keluarga karena mengimani Yesus? Pasti tidak! Kita tetap harus mengasihinya sekalipun dimusuhi. Kita tetap harus konsisten dalam keyakinan kita dan tidak boleh berkompromi demi perdamaian yang semu belaka. Cinta kasih yang kita bangun karena iman akan Kristus walaupun mendapatkan pertentangan, akan mendatangkan perdamaian yang sejati. Oleh karena itu, jangan takut, jika karena mengikuti Yesus. Amin