TERUSLAH MELAYANI

 

https://images.app.goo.gl/BZLrFqd6ExQApksB7

Doa sebelum Renungan

Allah Bapa yang Maharahim, Putra-Mu telah rela memanggul kesalahan-kesalahan kami dan rela pula menderita untuk menyelamatkan semua orang. Jiwailah kami dengan semangat-Nya, agar kami pun bersedia memikul beban sesama kami, seperti yang telah dilakukan oleh Dia, Hamba kami sekalian, Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.


https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-ZLNxsMloyrg%2FWczBRWMAAcI%2FAAAAAAAAJk0%2F5urOmS82mQIzb4WO1Ya0DK-CSiWQdIvSQCEwYBhgL%2Fs1600%2Fpanggil%252B%252528FILEminimizer%252529.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fkumpulankhotbahalkitabiah.blogspot.com%2F2017%2F09%2Fmengapa-kita-melayani-tuhan.html&tbnid=SBRDrkxVWYofZM&vet=1&docid=r43bi6flItbwNM&w=803&h=452&hl=in-ID&source=sh%2Fx%2Fim


Renungan Singkat 

Tema: TERUSLAH MELAYANI

( Bahan Renungan: Markus 10:35-45 )

Para Sahabatku yang terkasih...

Yesus menegaskan kepada para murid bahwa mengikuti Tuhan bukan pertama-tama mencari posisi atau mencari jabatan.

Namun, para murid Yesus tidak paham tentang maksud kedatangan Yesus ke dunia padahal berulang kali Yesus mengungkap tentang jalan penderitaan yang harus Ia alami sebagai konsekuensi ketaatan kepada perintah Bapa-Nya.

Tujuan utama Yesus datang ke dunia bukan untuk menjadi raja seperti yang dipikirkan oleh pengikut-pengikut-Nya.

Para murid malah sibuk berdiskusi dan meminta kepada Yesus: “Tuhan kiranya Engkau mengabulkan permintaan kami bila Kau duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, berikanlah posisi yang seorang di sebelah kanan dan yang seorang di sebelah kiri.”

Kemuliaan yang dipikirkan para murid Kristus bukan kemuliaan yang direncanakan Tuhan.

Para Sahabatku yang terkasih...

Beberapa tahun ini berkembang paham teologi kemakmuran atau teologi kesuksesan, yang kurang lebih intinya adalah jika Tuhan mencintai aku maka Tuhan pasti memberikan kehidupan yang baik, sehat, kaya, dan sejahtera.

Persis ini bukan jalan yang ditunjukkan oleh Yesus. Maka, pertanyaan pentingnya adalah apakah kita mampu mengikuti Kristus dengan segala konsekuensinya?

Kalau mau jujur pasti tidak mudah memanggul salib. Kita cenderung mau hidup dalam keadaan nyaman tenang, tidak ada tantangan, tidak ada ancaman.

Tetapi, hari ini, Kristus bertanya kepada kita: “Mampukah kamu meminum cawan yang harus Aku minum ini?”

Yesus, semoga kami tulus dan setia mengikuti Engkau. Amin.

Lebih baru Lebih lama